Tips menerapkan personal finance paling pas untuk pemula yang belajar
Di Indonesia, mimpi akan kemerdekaan finansial seolah menjadi dambaan banyak orang, termasuk kita sebagai mahasiswa. Namun, tak bisa dipungkiri, minimnya pemahaman atau literasi finansial seringkali menjadi hambatan utama yang sulit ditembus. Lalu, untuk kita yang ingin fokus pada personal finance, harus dimulai dari mana?
1. Buat Peta Kesadaran Diri: Pahami Bahwa Hidup Ini Butuh Usaha!
Langkah pertama dan paling fundamental adalah menyadari bahwa tidak ada yang namanya "makan siang gratis" di dunia ini! Semua butuh usaha dan pertanggungjawaban. Ini berarti kita harus mampu menyediakan kebutuhan untuk diri sendiri, keluarga, dan bahkan orang lain. Untuk kita yang masih mahasiswa dan mungkin masih bergantung pada keluarga, langkah awal yang krusial adalah mulai mendapatkan pendapatan sendiri.
Sebagai mahasiswa, mungkin kita mikir, "Gimana mau punya pendapatan, kuliah aja udah padat?" Tapi, justru di sini tantangannya! Banyak kok cara halal buat nambah uang jajan. Coba berbagai cara, eksplorasi keahlianmu, dan jangan malu untuk mencoba hal baru. Bisa dimulai dari freelance desain tugas teman, jualan online kecil-kecilan di media sosial, jadi asisten dosen, atau ikut program magang yang berbayar. Yang paling penting, pastikan pekerjaan itu halal dan tidak mengganggu studi utama kita!
2. Tentukan Tujuan Finansialmu: Mau Ke Mana Arah Uangmu?
Setelah memahami pentingnya kemandirian finansial, langkah selanjutnya adalah menetapkan tujuan keuangan yang jelas. Ini adalah kompas yang akan menuntun setiap keputusan finansialmu. Buat kita yang baru memulai di hidup ini, tujuan utama bisa jadi untuk memperoleh kekayaan atau stabilitas finansial sebanyak-banyaknya.
Berbeda dengan mereka yang sudah "mapan" dan memiliki harta cukup, tujuan mereka mungkin bukan lagi mencari harta, melainkan mempertahankan dan mengembangkan aset yang dimiliki. Karena beda keadaan finansial, beda juga cara mengatur finansialnya. Buat kita mahasiswa, tujuan finansial pertama mungkin bukan langsung "kaya raya", tapi lebih ke "punya dana darurat biar gak nyusahin orang tua kalau ada apa-apa", atau "nabung buat ikut seminar internasional impian", atau bahkan mengumpulkan modal untuk usaha kecil-kecilan setelah lulus. Sesuaikan tujuan yang jelas dengan kondisi dan goals pribadi kita hari ini.
3. Coba Lakukan Budgeting Untuk Bulan Ini: Pahami Arus Kasmu!
Setelah memiliki tujuan yang jelas, saatnya beraksi dengan melakukan budgeting. Mulai dari hal yang paling sederhana: coba catat berapa pemasukanmu bulan ini dan pengeluaran bulanan. Setelah tahu nominalnya, pastikan bahwa masih ada surplus, artinya pendapatanmu lebih besar daripada pengeluaran.
Sebagai mahasiswa, "budgeting" itu penyelamat hidup! Jujur, kadang uang kiriman dari rumah suka habis di tengah bulan kalau gak diatur. Kamu bisa mulai dengan buku catatan biasa, spreadsheet sederhana, atau aplikasi budgeting gratis di smartphone yang banyak tersedia (misalnya, aplikasi pencatat keuangan harian). Dengan aplikasi, kita bisa melihat kiranya spending kita dalam satu bulan kebanyakan untuk apa, sehingga di bulan selanjutnya kita bisa melakukan evaluasi mengenai pengeluaran yang kita miliki ini. Ingat, budgeting bukan cuma mencatat, tapi juga evaluasi!
4. Bedakan Kebutuhan dan Keinginan: Jangan Sampai Overspending!
Banyak dari kita yang terjebak antara kebutuhan dan keinginan sehingga akhirnya melakukan overspending atau pengeluaran berlebihan. Kita melakukan ini karena tidak bisa membedakan mana yang benar-benar kita butuhkan dan mana yang hanya sekadar kita inginkan. Kemampuan membedakan dua hal ini akan membuat rencana keuanganmu jauh lebih solid.
Ini nih yang paling sering menjebak mahasiswa: bedain antara butuh dan mau! Contoh paling gampang: butuh kuota internet untuk kuliah online itu wajib, tapi pengen langganan semua platform streaming film berbayar itu keinginan. Kebutuhan buku kuliah yang memang esensial itu penting, tapi beli sneakers keluaran terbaru tiap bulan itu keinginan. Coba biasakan untuk tidak langsung menuruti setiap keinginan dan hanya fokus untuk memenuhi kebutuhan esensial. Itulah mengapa, sangat penting untuk melakukan pencatatan pengeluaran, agar kita bisa melihat dengan jelas mana yang prioritas. Kamu juga bisa coba praktikkan 'delay gratification': kalau ada keinginan muncul, jangan langsung beli. Tunggu 24 jam atau seminggu, apakah keinginan itu masih sekuat sebelumnya?
" "Semua hal yang besar itu dimulai dari hal yang kecil."
Dengan menerapkan keempat langkah sederhana ini secara konsisten, meskipun kamu masih mahasiswa, kamu sudah menapakkan langkah besar menuju kemerdekaan finansial. Ingat, konsistensi adalah kunci!
Sumber Referensi
- Materi utama oleh: Kalimasada, M.M.
- Instagram: @kalimasada97
- Discord: Komunitas Ternak Uang (https://discord.com/ternakuang)